ASTRONUTRITION, What?

Halo Sobat ENM! Praktisi di bidang kesehatan masih tetap akan menjanjikan dimasa depan, begitulah laporan dari The Future Jobs yang dilansir dari World Economic Forum. Populasi manusia meningkat tahun ke tahun, tentunya dengan jumlah yang semakin bertambah, praktisi kesehatan pun juga semakin dibutuhkan terutama didaerah yang bukan perkotaan. Misal, ahli gizi adalah sebuah profesi yang sedang tren sampai saat ini. Ditambah lagi dengan era digitalisasi yang justru meningatkan faktor risiko penyakit tidak menular seperti Obesitas, Jantung Koroner, Diabetes melitus, dll, jika tidak di iringi dengan pola hidup yang sehat. Namun, pernahkan kamu membayangkan bagaimana ahli gizi menyiapkan sebuah makanan bagi para astronot ketika berada di luar angkasa? Yups, pertanyaan yang menarik!

Adapun lembaga yang bertanggung jawab dalam penyediaan kebutuhan makanan yang bergizi bagi para astronot, yaitu NASA Johnson Space Center di Houston. Salah satu di antara ahli gizi atau nutrisionis yang bekerja disana ialah Maya Cooper. Perempuan lulusan master dari Purdue University ini mengatakan, ia dan timnya mencoba untuk membuat keseimbangan antara menyediakan kenyamanan tempat tinggal di luar angkasa serta makanan sehat.

Next!

Maya juga mengatakan, banyak komponen di dalam menu yang mereka buat dengan rasa yang lezat. Namun, kandungan garam di dalam makanan akan berkurang di luar angkasa menjadi masalah saat pembuatan menu tersebut. Jadi mereka harus melakukan formulasi beberapa kali di banyak menu agar makanan lebih terasa lezat. Upaya ini dilakukan agar astronot merasa lebih nyaman seperti dirumah, karena makanan yang dikonsumsi bukan hanya lezat, tetapi juga memiliki gizi yang tepat sesuai kebutuhan gizi mereka. Di luar angkasa, astronot akan kehilangan berat badannya karena pengaruh gaya gravitasi. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan lebih banyak asupan energi dengan mengonsumsi sekitar 3000 kalori per hari.

Ilmuwan atau peneliti di bidang gizi juga bisa mengontrol lingkungan di ISS (International Space Station) dengan akurasi yang pas karena mereka bisa mengetahui dengan pasti makanan apa yang dikonsumsi oleh para astronot. Jadi mereka memiliki data yang pas terkait  efek dari jenis makanan yang dikonsumsi terhadap tubuh dan psikis para astronot. Salah satu alasan para ilmuwan harus terus meneliti pengaruh makanan terhadap tubuh astronot adalah, karena makanan yang dikirimkan disimpan dengan proses penghangatan dalam waktu yang cukup lama, sehingga berpotensi mengalami penurunan gizi dan vitamin.

So?

Jadi makanan yang disediakan untuk kebutuhan astronot berbeda dengan yang disajikan di Bumi. Para ahli gizi (Astronutritions) untuk astronot membuat makanan di dalam plastik kedap udara yang dibekukan untuk menghindari kerusakan. Maya Cooper juga tidak lupa menyediakan dessert seperti puding, selai lemon, dan pai apricot. Tujuanya, supaya astronot merasa senang dan puas dengan makanan yang dimakan saat di luar angkasa.

Nah, argumentasi diataslah yang menjelaskan mengapa peran ahli gizi sangat penting dalam kaitannya dengan Astronot untuk ke luar angkasa. Juga dewasa ini, PT. Yakult telah meneliti penggunaan minuman yakult sebagai suplemen bagi para astronot dengan berbagai formulasi uji coba. Walaupun masih jarang terdengar di telinga kita mengenai kehidupan astronot beserta luar angkasa. Astronutrisionis sangat prospektif di masa mendatang, bahkan mungkin sudah tren di negera barat. Namun, beberapa waktu ke depan seiring berkembangnya Sains dan Teknologi, di era disruption ini akan di prediksikan pekerjaan yang di sebut Astronutritionist sangat dicari dan tentunya dengan gaji yang tak sedikit. Ilmu yang mempelajari terkait Gizi bagi Astronot yaitu Astronutrition, adapun universitas yang telah menyediakan Peminatan ini yaitu Graduate School of Nutrition and Bioscience, TOKUSHIMA UNIVERSITY yang bekerja sama dengan JAXA dan NASA.

Komponen yang akan dipelajari terkait beberapa poin yaitu:
  1. Mekanisme molekuler homeostasis nutrisi dalam kesehatan dan penyakit,
  2. Mekanisme pengaturan fosfat, glukosa, dan transportasi asam amino,
  3. Pengembangan makanan fungsional yang mengontrol stres, metabolisme, kekebalan dan meningkatkan kualitas hidup,
  4. Pengembangan peptida dan flavonoid anti-polyubiquitinated untuk anti-penuaan dan pemeliharaan fungsi otot-rangka.

Bagi kamu yang berencana ambil jurusan ini, saya ucapkan selamat! Kamu akan menjadi orang dengan satu langkah lebih maju dan mungkin juga akan bekerja dengan JAXA ataupun NASA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here