Sahabat ENM! di artikel sebelumnya telah dibahas, bahan makanan apa aja sih yang baik untuk penyakit jantung. Nah, bagaimana sudah di terapkan belum di dalam pola kehidupan tentunya pola makan kamu? Yap. Pernah ngga sih kamu menjumpai orang yang terkena penyakit jantung, padahal mereka terlihat sehat bugar. Lalu, mengapa itu bisa terjadi? Sobat ENM, seperti yang telah dibahas di artikel sebelumnya. Penyakit jantung itu tidak pandang usia dan utamanya disebabkan oleh pola makan. Ternyata selain pola makan, ada beberapa faktor risiko yang juga berperan penting dalam memicu kejadian penyakit ini teman! Apa aja sih faktor risiko penyakit jantung itu, yuk simak selengkanya!

1. Memasuki usia 45 tahun bagi priaBody, Upper Body, Hand, T Shirt, Keep, Heart, Health

Bagi kamu nih kaum pria. Sangat penting untuk menyadari kerentanan terkena penyakit jantung dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit ini. Karena pencegahan itu ibarat tabungan kesehatan untuk masa mendatang atau masa tua agar dapat menikmati hasil jerih payah usaha kamu di usia muda. Jadi, jangan ragu-ragu ya sobat untuk memulai pencegahan!

2. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menoupause dini (akibat operasi)

Nah, giliran kamu nih kaum wanita! Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami Menopause. Yakni, berkisar memasuki umur 55 tahun dan tidak menutup kemungkinan dalam umur 40-an yang mengalami menopause dini akibat pasca operasi.

3. Riwayat penyakit jantung pada keluarga

Ternyata, riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering diakibatkan dari profil kolesterol yang tidak normal loh! Oleh karena itu, yuk sayangi keluarga dengan meberitahukan bahan makanan apa aja yang baik untuk penyakit jantung. and then, tentunya menyangkut perbaikan profil lipid. Kamu bisa cek apa saja bahan makanan itu di artikel sebelumnya ya Sobat!

4. DiabetesDiabetes, Disease, Diabetic, Health, Medical, Medicine

Nah, yang satu ini juga cukup melegenda loh. Yap, Diabetes. Kebanyakan penderita diabetes meninggalnya bukanlah sebab meingkatnya level gula darah, melainkan kondisi komplikasi pada jantung mereka.

5. Merokok

Taukah kamu, bahwa risiko perokok terkena penyakit jantung setara dengan 100 pon kelebihan berat badan loh.

6. Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi atau Hipertensi sampai saat ini masih menjadi penyebab utama dan faktor risiko penting penyakit jantung.

7. Kegemukan (Obesitas)

Obesity, Stop, Stop Obesity, Overweight, Health, Weight

Salah satu bentuk kegemukan adalah obesitas tengah (perut buncit). Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, namun yang paling besar di ampu oleh orang dengan obesitas tengah.

8. Gaya hidup buruk

Gaya hidup yang buruk seperti pola makan yang berlebih dan kurangnya aktivitas gerak atau olahraga. Kedua hal tersebut merupakan pemicu utama kejadian penyakit ini.

9. Stress

Eits, enjoy aja Sobat, ngga usah stress. Sebuah studi penelitian menunjukkan bahwa ketegangan akibat stress dapat mengakibatkan penyakit jantung khususnya Arithmia.

Penyakit Tidak Menular, Very Dangerous!

Eits, tak sampai situ aja sobat. Selanjutnya, tahukah kamu bahwa Penyakit Tidak menular atau sering disingkat PTM itu di Indonesia masih menjadi penyebab kematian No.1 loh. Berdasarkan data dari Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi Penyakit Tidak Menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Hasil penelitian terakhir yang dikerjakan secara kolektif oleh NCD Alliance, WHO, Imperial College, dan tim The Lancet- diterbitkan di jurnal ilmiah kesehatan The Lancet edisi September 2018 yang menyebutkan 40,5 juta dari 56,9 juta penduduk di dunia meninggal akibat penyakit tidak menular pada 2016. Sesuai mandat sidang umum PBB tentang penyakit tidak menular pada 2011, negara-negara anggota PBB serta organisasi-organisasi internasional sepakat untuk mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular sebesar 25 persen pada 2025.

Kerugian Akibat PTM?

Hasil laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF) menyebutkan, Indonesia tengah menghadapi kerugian sebesar US$ 4,47 triliun sejak 2012 hingga 2030 nanti yang disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit jantung, kanker, pernapasan kronis, diabetes, dan kondisi mental. Beban ekonomi ini diakibatkan oleh meningkatnya permasalaham PTM di Indonesia. menurunkan produktivitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pada 2017, PTM sudah menghabiskan sekitar Rp 61,3 triliun dari total anggaran BPJS. PTM yang biasanya dialami kelompok lanjut usia, kini banyak dialami golongan usia produktif.

9 Faktor Risiko yang ada diatas juga termasuk faktor risiko Penyakit Tidak Menular. Faktor risiko PTM yg tak bisa diubah salah satunya yaitu riwayat penyakit bawaan telah didiagnosis sejak lahir. Kemudian Faktor risiko PTM yg bisa diubah salah satunya yang paling utama adalah Pola hidup.

Adapun upaya-upaya pencegahan sesuai anjuran GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia :

  1. Peningkatan Aktivitas Fisik
  2. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan sehat
  3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  5. Peningkatan kualitas lingkungan; dan
  6. Peningkatan edukasi hidup sehat

Sobat ENM, ternyata banyak juga ya faktor risiko penyakit jantung itu. Tak mengherankan apabila penyakit ini masih menempati peringkat pertama penyebab kematian di Indonesia. Bagaimana Sobat? Kalau sudah tau, maka kita wajib menjaga, merawat dan mencintai jantung kita, ya!

[the_ad id=”40″]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here